-->

TIPS Mudah Pengaturan ISO Kamera Digital

TIPS Mudah Pengaturan ISO Kamera Digital - ISO kamera digital membantu dalam menghasilkan foto menawan. Bagi pecinta fotografi tentunya sangat mengenal istilah ISO atau Internasional Organization for Standardization. ISO berkaitan dengan sensitivitas sensor atau kecepatan film dari kamera digital terhadap respon cahaya. Pengaturan ISO pada kamera digital bisa dilakukan setiap jepretan foto. Dengan pemahaman konsep ISO yang memadai, sangat membantu menciptakan foto terbaik di setiap keadaan cahaya. Bagaimana cara pengaturan ISO di kamera digital? Baca Juga : 3 Cara Mudah Merawat Kamera Digital


ISO kamera digital

Setingan ISO berpengaruh besar pada hasil foto
Sebelum era kamera digital, maka Anda harus menghabiskan satu roll film terlebih dahulu sebelum mengganti ISO kamera. Karena setiap film terdiri atas tingkatan ISO yang berbeda. Saat ini pengaturan ISO sangat mudah, karena hanya dengan memencet salah atau tombolnya saja. Cepat, praktis dan tentunya lebih hemat

Angka ISO sebagai indikator tingkat sensitivitas dari sensor terhadap kondisi cahaya. Kalau angkanya semakin tinggi, maka semakin sedikit cahaya yang diperlukan untuk mendapatkan hasil foto yang jelas. Jadi semakin tinggi angka ISO, maka semakin sensitif sensornya saat menerima cahaya. Untuk mendapatkan karya foto terbaik, salah satu hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah pengaturan ISO kamera digital.

ISO kamera digital

Tips pengaturan ISO pada kamera digital
Setiap kamera digital sudah dilengkapi dengan fitur ISO. Sehingga Anda bebas mengatur angkanya sesuai dengan kebutuhan saat pemotretan. Agar lebih mudah dalam melakukan pengaturannya, berikut ini sejumlah panduan yang bisa diterapkan dalam pengaturan ISO. Baca Juga : 8 Jenis Kamera Digital, Untuk Pemula


- Biasanya semua unit kamera digital sudah dilengkapi dengan mode ISO otomatis. Sehingga kamera bisa melakukan pengaturan ISO dengan sendirinya, menyesuaikan kondisi cahaya saat pengambilan gambar.

- Fitur ISO otomatis lebih baik diterapkan, hanya untuk pengambilan gambar dengan kondisi cahaya yang  mencukupi. Sebagai contoh saat pemotretan di luar ruangan dengan kondisi cuaca cerah.

- Ketika akan memutuskan untuk tidak menerapkan mode otomatis, maka sebaiknya melakukan evaluasi terlebih dahulu objek fotonya. Pertimbangkan mengenai kondisi cahaya, objeknya diam atau bergerak dan perlukah penggunaan tripod. Perubahan pada fitur ISO umumnya juga harus dibarengi dengan perubahan apertur (bukaan) dan kecepatan rana atau shutter speed.

- Angka ISO 50 hingga 80, lebih cocok diterapkan saat kondisi cahaya terang. Ketika pemotretan lanskap juga bisa menerapkan rentang angka ISO tersebut. Karena dengan setingan ISO ini akan menghadirkan detail, sekaligus kualitas gambar yang lebih baik.

- Angka ISO 100 merupakan setingan untuk lebih meningkatkan sensitivitas cahaya. Tapi tidak mengurangi kualitas dari foto. Setingan ini merupakan standarisasi pengaturan ISO pada sebagian besar produk kamera digital.

- Angka ISO 200 sangat tepat diterapkan saat kondisi sedang berawan atau mendung. Dengan setingan ini, Anda bisa melakukan pemotretan saat minim cahaya, dengan dibarengi pengurangan kualitas foto. Yang diakibatkan oleh noise atau butiran di foto.

- Angka ISO 400 lebih tepat diterapkan untuk pemotretan indoor dan fotografi aksi, seperti saat memotret pertandingan olahraga. Kamera saku biasanya bisa menghasilkan noise yang terbilang signifikan untuk tingkatan ISO tersebut.

- Mengetahui perbedaan kemampuan pada kamera saku dan juga kamera SLR. Kamera digital SLR mempunyai sensor ISO lebih baik. Dengan demikian bisa memotret gambar semakin jelas. Noise yang dihasilkan lebih sedikit, daripada hasi jepretan kamera saku.

Dengan menguasai pengaturan ISO kamera digital, maka akan semakin mahir dalam menciptakan foto berkualitas. Sehingga bisa mengabadikan momen terindah dalam kehidupan Anda.

Disqus Comments